Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, May 15, 2012

Motivasi : Integritas



"Integritasmu mana nak?, masa ilmu milikmu setinggi langit tapi kau tak punya integritas."
      Begitulah penggalan kalimat dari seorang kakek kepada seorang pemuda lulusan universitas terkemuka. Sang kakek tersebut ternyata pemimpin dari perusahaan besar di suatu negara. terngiang dalam benak kita semua suatu kata yang sudah tidak aneh lagi yaitu "Integritas". Walau pernah mendengar tentang kata ini, tetapi tidak semua orang makna sebenarnya dari sang Integritas yang konon menjadi penentu kualitas seseorang di zaman modern ini.
      Tak heran integritas ini menjadi salah satu tolak ukur kualitas diri dari seorang manusia mengingat setiap orang bisa mendalami suatu ilmu hanya dengan sekedar duduk manis di depan "kotak bercahaya" mereka dan mengakses berbagai pengetahuan yang ada di dunia ini. Ditunjang dengan teknologi super canggih hasil para pemikir dunia, manusia terus meng"upgrade" dirinya menjadi manusia yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Kondisi inilah yang membuat manusia lupa bahwa selain ilmu pengetahuan, perlu suatu aplikasi dan sikap yang merupakan cerminan dari ilmunya.
      Istilah integritas akhirnya digunakan oleh masyarakat sebagai suatu istilah yang paling paling luas cakupannya untuk menjelaskan sikap terpuji dari seseorang. Lalu sebenarnya apa hakikat dari Integritas ini?. Secara etimologi integritas berasal dari kata integer yang artinya bulat, penuh, tidak terpisah, utuh, satu kesatuan. Secara luas, integritas dapat kita jabarkan sebagai suatu kesatuan batin yang utuh sebagai hasil dari sekumpulan sikap baik (kejujuran, komitmen, dst). Makna yang cukup mudah dimengerti secara umum, tetapi kita harus menggali lebih dalam lagi untuk menemukan inti dari Integritas. 
      Menurut Steven R. Covey (Author konsep 7 habit for highly effective people) "Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan". Mr. Covey mengutamakan keteguhan dan konsistensi sebagai makna yang paling mendalam dari kata "Integritas". Seseorang yang memiliki integritas tidak mungkin kehilangan arah saat menjalankan misinya karena dia konsisten dengan apa yang telah dia rencanakan dan yakin bahwa langkah yang dia tempuh akan mengantarnya menuju cita-cita yang diinginkan.



     Berbeda dengan Covey, Marthin Luther King Jr mendefinisikan Integritas sebagai suatu langkah yang diambil seseorang dan langkah tersebut dilakukan dengan benar pada waktu yang tepat. Artinya seseorang yang memiliki integritas telah mempertimbagnkan segala kemungkinan yang terjadi sehingga dia akan melakukan langkah yang tepat saat waktunya tiba, bukan sekedar bergerak dengan gegabah yang nantinya mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi dirinya atau lingkungannya. 


     Integritas yang selalu dipertanyakan di zaman sekarang ini pada akhirnya menjadi suatu barang langka, di saat orang-orang sedang sibuk-sibuknya melakukan kegiatan mereka kadang lupa dengan orang lain, padahal integritas ini berkaitan dengan orang lain. Suka menyepelekan kebutuhan orang lain menunjukkan bahwa orang tersebut tidak memiliki integritas, namun menunjukkan orang tersebut egois  dan tidak ada seorang pun yang mau menjadi korban egoisnya seorang manusia. Mari kita sama-sama mengevaluasi diri, apakah kita memiliki integritas atau belum?, kalau sudah, apakah integritas kita sudah diterapkan dengan maksimal kepada diri kita sendiri dan orang lain ? selalu introspeksi dan evaluasi diri menjaga kita dari kekhilafan saat berhubungan dengan orang lain dan memperbaiki kualitas diri kita.
Jadi, "Mana Integritasmu?"..... (Fahri/Kominfo)

Saturday, May 5, 2012

Motivasi : Elang dan Kalkun

     Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.
     Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus”.

    Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung,namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.

     Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani.
Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

     Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”
      Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa mbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”.
     Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya.
     Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.

     Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanksgiving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.
     Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…
Seperti pepatah kuno “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”.

 Sumber : Kisah Motivasi 
(http://www.emotivasi.com/2008/08/31/elang-dan-kalkun/)
Old Post ►
 

Copyright 2012 Forum TJK Indonesia: Motivasi Template by Bamz | Publish on Bamz Templates